1 Followers
23 Following
insistpress

insistpress

Kiai Hamam dan Pondok Pabelan: Kesaksian Santri, Kerabat, dan Sahabat

•Judul: Kiai Hamam dan Pondok Pabelan: Kesaksian Santri, Kerabat, dan Sahabat •Penyunting: Ajip Rosidi •Penerbit: INSISTPress dan Pondok Pesantren Pabelan •ISBN: 978-602-0857-02-2 •Edisi: Ketiga, Agustus 2015 •Tebal: 14x21cm; xvi + 510 halaman. 

 

Buku ini menghimpun tulisan berbagai pihak yang mempunyai ikatan emosional yang kuat kepada sang Kiai dan Pondok Pabelan: para mantan santri, keluarga, guru, dan para sahabat. Mereka menyoroti apa adanya tentang sosok dan jati diri sang Kiai dan sekaligus jati diri Pondok Pabelan secara utuh.

 

Pondok Pabelan bukan lembaga yang bernaung di bawah salah satu organisasi Islam, baik Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama (NU). Jati diri Pondok tampak dalam ajaran pluralisme sang Kiai tidak terhenti antar dan lintas iman, tetapi juga antar kelompok dalam tubuh Islam sendiri.

 

Pabelan menjadi ladang subur sikap multikultural. Pabelan menyediakan ruang dialog yang ‘bebas risiko’ bagi masalah perbedaan agama, perbedaan aliran agama, perbedaan etnis dan ekspresi budaya. Para romo dan suster dapat berinteraksi dan saling belajar tentang masalah-masalah sensitif keagamaan dengan Kiai dan para santri Pondok Pabelan. K.H. Hamam sendiri bersahabat dengan pemimpin dan penganut agama lain.

 

Kiai Haji Hamam Dja’far dilahirkan di Desa Pabelan, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah, tanggal 26 Februari 1938 dari pasangan Kiai Dja’far dan Nyai Haji Hadijah.Setelah nyantri dan mengabdi pada almamaternya, dalam usia 25 tahun ia menghidupkan kembali Pondok yang sudah lama mati suri.

Source: http://blog.insist.or.id/insistpress/?p=14077